Gubernur Bobby Melakukan Distribusi THR kepada Warga, Menargetkan Pekerja Informal di Medan

Di tengah hiruk pikuknya kota Medan, sebuah kisah inspiratif dan empati terwujud. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dengan tulus membagikan bantuan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warga Medan pada Selasa (17/3/2026). THR ini bukan berupa uang semata, tetapi juga kebutuhan pokok atau sembako yang sangat dibutuhkan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Sasaran Distribusi THR
Distribusi THR oleh Gubernur Bobby ini tidak sembarangan. Sasarannya adalah pekerja informal yang kerap melintas di sekitarnya. Lokasi pembagian THR ini berlangsung di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro 30 Medan. Pekerja informal tersebut meliputi pengendara ojek online, sopir bajaj, penyapu jalan, hingga ibu rumah tangga.
Momen Berbagi di Tengah Kesibukan Mencari Nafkah
Tak ada yang spesial dari Hari Selasa itu, hingga Gubernur Bobby tiba-tiba membagikan sembako dan uang tunai kepada para pekerja informal. Menjelang waktu berbuka puasa, mereka yang biasanya sibuk mencari nafkah, mendapatkan kejutan berupa bantuan dari sang Gubernur. Tak hanya itu, Gubernur Bobby juga berharap, bantuan tersebut dapat membantu masyarakat merasakan kebahagiaan selama Ramadhan dan dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Kisah Penerima THR
Salah satu penerima THR, seorang bernama Iwan, mengungkapkan rasa terima kasihnya. Iwan, yang merupakan seorang sopir bajaj, merasa terkejut dan senang mendapatkan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai dari Gubernur Bobby. Paket sembakonya berisi beras, minyak goreng, gula, teh, dan mie instan.
“Saya mau pulang, tiba-tiba diberhentikan, disuruh minggir. Rupanya ada bagi-bagi sembako. Terimakasih bantuannya pak Gub,” ucap Iwan, sambil tersenyum lebar.
Keberlanjutan Program Distribusi THR
Aksi sosial Gubernur Bobby ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi pihak lain untuk peduli terhadap sesama. Terlebih, kondisi ekonomi saat ini yang masih dirundung pandemi Covid-19, menjadikan bantuan sembako dan uang tunai sangat berarti bagi warga, khususnya pekerja informal. THR ini bukan hanya sekedar bantuan, tetapi juga bentuk kepedulian dan empati kepada sesama.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sehingga, semakin banyak pekerja informal yang bisa merasakan manfaatnya. Mengingat, mereka adalah pihak yang paling berhak mendapatkan bantuan, mengingat pendapatan yang tidak menentu dan rentan terhadap berbagai risiko.