Dua Pemimpin Baru Mengambil Alih Jabatan di Kantor Kemenag Kabupaten Solok

Di penghujung tahun 1447 H, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Solok menyambut dua pemimpin baru yang siap mengemban tugas dan tanggung jawab dalam memajukan lembaga tersebut. Dr. H. Dedi Wandra, MA, diangkat sebagai Kepala Kantor, sedangkan Busfi Eriyon, MA, dipercaya menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha. Pelantikan keduanya dilakukan pada tanggal yang berbeda oleh H. Mustafa, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat.
Profil Pemimpin Baru Kemenag Kabupaten Solok
Kedua pemimpin baru ini memiliki latar belakang dan perjalanan karir yang mengesankan dalam dunia Kementerian Agama. Berikut ini adalah profil lengkap dari H. Dedi Wandra dan Busfi Eriyon yang kini memimpin lembaga Ikhlas Beramal di Ranah Lima Danau.
H. Dedi Wandra: Jejak Karir dan Dedikasi
H. Dedi Wandra, yang lebih akrab disapa DEWA, lahir di Pematang Panjang, Kabupaten Sijunjung, pada 10 Oktober 1973. Karirnya di Kementerian Agama dimulai sebagai Calon Penghulu di KUA Kecamatan V Koto, Kabupaten Padang Pariaman. Dengan dedikasi dan komitmen yang tinggi, ia kemudian diangkat sebagai Penghulu Ahli pertama di lokasi yang sama.
Jabatan strukturalnya dimulai pada tahun 2011 ketika ia menjabat sebagai Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah di Kantor Kemenag Kabupaten Padang Pariaman. Dua tahun kemudian, ia dimutasi menjadi Kepala Seksi Bimas Islam, dan pada tahun 2014, ia ditunjuk sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha di Kantor Kemenag Kota Pariaman.
Pada tahun 2018, H. Dedi Wandra mendapatkan amanah baru sebagai Kepala Kantor Kemenag Pasaman, di mana ia memimpin Kementerian Agama di kampung istrinya, Siti Aisyah, yang telah dikaruniai empat anak: Musyfira Rahmi, Khairul Mustafid, Rahmad Dhuha Alfarabi, dan Arfan Zafran Shakiel.
Setelah menyelesaikan pengabdiannya di Pasaman, H. Dedi Wandra kembali dimutasi menjadi Kepala Kantor Kemenag Kota Sawahlunto pada 3 Agustus 2021. Selama menjabat sebagai Kasubbag Tata Usaha di Kota Pariaman, ia berhasil menyelesaikan pendidikan magisternya di Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang dan melanjutkan studi doktoralnya di Universitas Negeri Padang, yang direncanakan selesai pada tahun 2024.
Sejak 27 April 2026, H. Dedi Wandra resmi memimpin Kementerian Agama Kabupaten Solok, melanjutkan dedikasinya dalam layanan publik dan pengembangan masyarakat.
Busfi Eriyon: Pengalaman dan Pengabdian
Busfi Eriyon, S.Ag, M.Ag, yang merupakan rang sumando dari Muaro Paneh, memulai karirnya di Kementerian Agama sebagai Penghulu Ahli Pertama pada tahun 2005 di KUA Bukit Sundi. Seiring berjalannya waktu, ia dimutasi menjadi staf seksi URAIS di Kantor Kemenag Kabupaten Solok.
Setelah itu, pada Juli 2009, alumnus MAN 2 Batusangkar dan Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang ini diangkat menjadi Penghulu Ahli Muda dan sekaligus menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Hiliran Gumanti. Ia mengabdi cukup lama di wilayah tersebut sebelum akhirnya pada tahun 2019 dimutasi menjadi Kepala KUA di X Koto Diatas, Tanjung Balik.
Setelah menghabiskan waktu yang signifikan di kecamatan X Koto Diatas, Busfi Eriyon mendapatkan tugas baru pada tahun 2025, kembali ke kampung halamannya di Muaro Paneh. Ia diangkat sebagai Kepala KUA Bukit Sundi, tempat di mana ia memulai karirnya sebagai Penghulu hampir dua dekade lalu.
Pengabdiannya di KUA Bukit Sundi berlanjut hingga ia dilantik sebagai Kasubbag Tata Usaha di Kantor Kemenag Kabupaten Solok pada 12 Mei 2026. Jabatan ini diambil alih setelah H. Fuadi Nawawi, yang sebelumnya menjabat, diangkat menjadi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Maret 2025.
Harapan dan Tantangan
Dengan dilantiknya H. Dedi Wandra dan Busfi Eriyon, diharapkan Kantor Kemenag Kabupaten Solok dapat semakin maju dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Keduanya diharapkan dapat membawa inovasi dan kebijakan yang mendukung program-program Kementerian Agama, serta menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai pihak.
Tantangan yang dihadapi Kementerian Agama di tingkat daerah sangat beragam, mulai dari peningkatan kualitas layanan publik, pengembangan SDM, hingga penguatan kerukunan umat beragama. Dalam menjalankan tugasnya, kedua pemimpin baru ini diharapkan mampu menyusun program yang relevan dan implementatif.
Strategi Menuju Kinerja Optimal
Untuk mencapai kinerja yang optimal, beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh H. Dedi Wandra dan Busfi Eriyon meliputi:
- Membangun komunikasi yang efektif dengan seluruh elemen masyarakat.
- Melakukan evaluasi berkala terhadap program-program yang dijalankan.
- Memberdayakan potensi lokal dalam setiap kebijakan yang diambil.
- Meningkatkan kualitas pendidikan agama bagi masyarakat.
- Menjalin kerjasama dengan organisasi masyarakat dan lembaga swasta.
Dengan langkah-langkah yang strategis, Kemenag Kabupaten Solok di bawah kepemimpinan baru ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan sejahtera.
Sebagai penutup, kami mengucapkan selamat bertugas kepada H. Dedi Wandra sebagai Kepala Kemenag dan Busfi Eriyon sebagai Kasubbag Tata Usaha. Semoga mereka dapat memberikan karya yang terbaik dalam mewujudkan visi misi Kemenag yang berdampak positif bagi masyarakat Kabupaten Solok.



